Mau Bisnis Tanpa Resiko?
June 27th, 2009 | Published in Bisnis, Bisnis Internet
Salah satu penghambat besar bagi seseorang dalam memulai bisnis ialah karena takut akan resiko gagal. Takut kehilangan uang, takut utang, dan juga takut malu jika gagal. Ketakutan akan resiko ini cukup ampuh untuk menghentikan seseorang dalam memulai bisnis. Bagaimana dengan Anda?
Saya tidak tahu, apakah Anda membaca artikel ini karena berharap ada bisnis yang tidak beresiko. Atau jika sudah tahu gaya saya, Anda mungkin untuk mendapatkan tambahan motivasi setelah membaca artikel ini. Jika alasan kedua yang Anda tuju, maka Anda memang benar. Jika Anda memang mencari bisnis tanpa resiko, maaf jawabannya adalah “tidak ada”.
Jadi jika Anda mencari bisnis tanpa resiko, artinya hanya bermimpi saja. Saya memiliki keyakinan semua bisnis memiliki resiko. Yang membedakannya ialah besar atau kecil. Resiko juga tidak hanya dalam bentuk materi saja, bisa juga resiko kehilangan waktu dan kesempatan yang lainnya.
Hidup memang selalu diiringi resiko. Jika ada kata “sukses” maka ada lawan katanya yaitu “gagal”. Bahkan saat melamar kerja pun ada resiko gagal. Dan resiko ini tidak bisa kita hindari. Jika kita menghindari resiko, artinya kita tidak akan pernah mencoba. Tidak pernah mencoba artinya kita tidak pernah mendapatkan peluang. Peluang hanya kita dapatkan jika ada percobaan.
Tidak peduli bisnis apa pun. Bisnis offline maupun bisnis online. Modal sendiri atau modal lain. Semuanya mengandung resiko. Bahkan orang sekaliber Donald Trump dan Robert T. Kiyosaki pun pernah gagal dalam berbisnis. Bahkan mereka pernah rugi dalam hitungan jutaan dolar atau ratusan juta dolar. Lalu mengapa mereka tetap mencoba bisnis?
Jawabannya ialah karena imbalannya yang sangat besar. Bisa jadi berkali-kali Anda gagal, kerugiannya bisa diganti dengan sekali keberhasilan. Saya sering membeli ebook. Saya tahu banyak yang menjual ebook sampah atau penipuan. Namun saya tetap membeli, karena kerugian dibanding imbalannya sangat jauh.
Mungkin saya rugi ratusan ribu rupiah karena membeli sebuah ebook atau produk lainnya. Tetapi jika produk yang saya beli itu berhasil, maka uang jutaan bisa masuk ke dalam rekening saya. Saya juga suka masang iklan. Ada yang rugi, ada yang menguntungkan.
Saya juga melihat para pebisnis sukses di Indonesia ialah orang-orang yang berani mengambil resiko. Mereka berani membeli program dengan harga ratusan dolar. Menyewa hosting yang mahal supaya bisa diandalkan. Membayar Autoresponder sebesar puluhan dolar per bulan. Menggaji orang untuk mengerjakan pekerjaanya.
Padahal bisa jadi, uang yang mereka keluarkan tidak kembali karena produknya tidak laku. Tapi, itu semua perlu dicoba karena ada peluang besar dibalik itu semua. Inilah dunia bisnis. Jika Anda tidak mau mengambil resiko, lupakan bisnis. Bermimpi sajalah.
Yang dimaksud disini ialah wordpress dengan hosting sendiri. Biaya pada worpdress kita sudah terinstall plugin anti spam yang disebut dengan Askimet. Askimet memang sangat membantu untuk menahan komentar SPAM atau menandainya sebagai SPAM. Namun saya menggunakan plugin lain yang ternyata lebih “galak” dibanding Askimet.
Setiap orang punya impian. Ada impian untuk pribadi dan juga ada impian dalam rangka memberikan kontribusi bagi masyarakat. Orang barat bilang, give back. Saya ingin berbagi impian dengan Anda. Karena saya yakin, jika saya berbagi impian, saya akan menarik orang-orang yang memiliki impian sama.
Anda berminat berkontribusi? Banyak cara untuk berkontribusi. Salah satu hal yang mendesak saat ini ialah dana untuk menyelesaikan 3 kelas plus masjid yang masih dalam proses penyelesaian (finishing). Sekecil apa pun kontribusi Anda, dalam bentuk apa pun kontribusi Anda, akan sangat berarti bagi pembangunan masjid dan kelas ini.
Jawaban saya kenapa tidak? Sangat mungkin bahkan banyak orang yang sudah mencapai angka melebihi angka tersebut. Pertanyaan kedua, apakah mudah? Maaf jika Anda kecewa, sebab jawaban saya “tidak mudah”. Anda perlu kerja keras, waktu, dan modal. Percayalah.
Salah satu pertanyaan yang sering datang kepada saya ialah “bagaimana memulainya?”. Saya memulai bisnis internet dengan membangun mailing list. Anda juga sama, bisa memulai dengan membangun mailing list. Jika Anda sudah menetapkan tema, maka bangunlah mailing list yang sesuai dengan tema Anda.
Seperti yang saya sering tuliskan dalam email-email saya, “jika perlu bantuan kirim email saja”. Tentu saja, saya mendapatkan banyak kiriman email yang bertanya kepada saya. Hanya saja, saya tidak bisa menjawab semuanya. Bukan tidak mau, tetapi tidak bisa. Mengapa?
Apakah Anda salah satu yang pernah mengatakan kalimat-kalimat seperti dibawah ini?
Saat saya dulu mulai bekerja di sebuah perusahaan manufacture, saya sering berkunjung ke lini produksi. Melihat bagai para operator mesin bekerja. Sungguh mengagumkan, mereka terlihat begitu mudah melakukan tugasnya. Saya kemudian mencobanya, ternyata susah.