Keunikan Bisnis Afiliasi Indonesia
July 10th, 2009 | Published in Bisnis Internet, Pemasaran | 17 Comments
Saya melihat ada 3 keunikan bisnis afiliasi di Indonesia. Tentu saja bagi pebisnis yang sudah mengikuti sistem di dunia, hal ini tidak berlaku. Namun, banyak pebisnis yang menerapkan sistem unik ini di Indonesia. Karena banyaknya, sistem ini seolah sistem yang sudah baku. Seolah tidak ada sistem lain.
Yang pertama dengan istilah. Banyak yang menggunakan istilah reseller untuk program afiliasi. Padahal ini sesuatu yang berbeda. Coba lihat surat penjualan yang banyak beredar, mereka menawarkan program reseller padahal sebenarnya program afiliasi.
Apa bedanya? Afiliasi adalah kerja sama dalam mempromosikan sebuah produk atau jasa. Sebagai pemasar (affiliate) Anda akan mendapatkan komisi jika berhasil menjual produk. Sementara proses transaksi tetap dibawah kendali pemilik produk atau pihak ketiga seperti clickbank atau paydotcom.com.
Berbeda dengan reseller. Reseller adalah Anda menjual kembai produk yang Anda beli hak jualnya dibawah kendali Anda sendiri. Produk yang bisa dijual kembali biasanya dinamai produk dengan resell right (RR) atau Master Resell Right (MRR). Untuk MRR Anda bisa menjual “hak jual” kepada orang lain, sementara untuk RR Anda hanya bisa menjual kepada pengguna (end user). Produk RR atau MRR biasanya dilengkapi surat penjualan, grafik, email promosi, follow up, dan sebagainya.
Kedua, kebanyakan bisnis afiliasi di Indonesia mengharuskan affiliate membeli produk terlebih dahulu. OK, ini memang bagus. Mengetahui produk adalah salah satu cara sukses bisnis afiliasi. Namun, jika kita mengikuti bisnis afiliasi di pebisnis dunia, pada umumnya tidak mengharuskan kita untuk membeli produk terlebih dahulu.
Cobalah Anda bergabung dengan clickbank atau paydotcom. Anda bisa langsung menjadi affiliate tanpa harus membeli produk terlebih dahulu. Kalau pun diselenggarakan sendiri, tetap saja banyak yang tidak mengharuskan kita membeli produknya. Saya sering mencoba mendaftar menjadi affiliate untuk berbagai produk dunia, sangat jarang yang meminta kita membeli produk dulu.
Yang ketiga adalah sistem pembayaran. Selain di Indonesia menggunakan sistem transfer, ada keunikan lainnya. Banyak sistem yang digunakan agar pembeli membayar dua kali, yaitu kepada pengelola (pemilik produk) dan juga kepada affiliate.
Sementara saya belum pernah menemukan sistem ini diberlakukan di bisnis afiliasi dunia. Mungkin ada, tapi sepertinya jarang. Ada dua sistem yang banyak diterapkan, yaitu sistem split otomatis atau pemilik produk membayar affiliate secara manual.
Sistem split otomatis menggunakan script tertentu yang memungkinkan sekali transaksi untuk membayar dua orang. Mungkin di Indonesia sulit menerapkan sistem ini karena sistem pembayaran menggunakan transfer.
Yang kedua adalah sistem manual. Saya menjual ebook bahasa Inggris dengan menggunakan pihak ketiga. Saat ada yang membeli, semua pembayaran masuk ke rekening paypal saya. Di akhir bulan, pihak pengelola afiliasi mengirim email kepada saya meminta untuk membayar affiliate yang berhasil menjual ebook saya.
Untuk menjual produk saya yang bahasa Indonesia, saya juga menerapkan sistem yang sama. Saat ada membayar produk, semua masuk ke rekening saya. Setiap bulan, saya membayar affiliate yang sudah pay out (minimum Rp 60.000). Saya tidak mau merepotkan pembeli.
Satu saja yang perlu diperhatikan. Tidak ada sistem yang bisa menjamin pemilik produk bisa berlaku jujur 100%. Termasuk sistem pembayaran ke dua orang, tidak menjamin selalu jujur. Pesan saya, jika Anda mau bisnis afiliasi, pilihlah yang Anda percayai. Termasuk menjadi afiliasi saya. Jika Anda percaya, silahkan bergabung. Jika tidak, itu juga hak Anda.
Related posts:
July 12th, 2009 at 10:37 am (#)
Saya sependapat dengan Kang Rahmat, namun demikian ada juga hal-hal yang perlu dimaklumi, dan dalam hal seperti ini, faktor budaya sangat berperan. Kita di Indonesia, biasanya yang disenangi adalah sesuatu yang fleksibel, yang gampang; karena kita percaya kawan atau orang lain bisa dan dapat memahami.Berbeda dengan di dunia barat sana, yang biasanya sangat formal,salah-salah kita bisa dituntut, dan uang juga pada ujungnya. Namun demikian, dalam bisnis juga ada satu hal yang perlu dipegang, orang lain boleh saja menipu kita, tapi kita jangan pernah menipu yang lainnya. Ya kawan apalagi lawan. Sekali lagi Kang Rahmat, teruslah berjuang, yang penting niatnya, kemudian usahanya, semangatnya selebihnya mari serahkan padaNya, semoga kita dapat ridhoNya. Harmen Batubara.http://bisnetreseller.com/bisnetreseller
July 14th, 2009 at 5:57 am (#)
Terima kasih pak rahmat, semakin jelas perbedaan antara program affiliasi dengan reseller, sampai saat ini saya selalu setia menjadi affiliasi produk pak rahmat, tapi nampaknya belum ada hasil ya pak?, tapi mudah-mudahan saya akan terus promosi produk pak rahmat, oh ya gimana pak rahmat jika saya mempunyai niat juga sebagai reseller produk pak rahamat, apa bapak juga punya program reseller?, terima ksih sebelumnya, salam sukses…
July 14th, 2009 at 8:15 am (#)
ya saya juga sependapat
July 14th, 2009 at 7:27 pm (#)
saya setuju, persamaannya adalah sama2 jual produk org lain ya. betul gak..??
July 15th, 2009 at 6:49 am (#)
saya setuju banget.wawasan saya jadi bertambah.makasih pak rahmat.
July 31st, 2009 at 2:11 am (#)
Teman, disini ada bisnis afiliasi menarik :
[link deleted]
Modal 0 , HALAL, JUJUR, Jelas Untungnya, mudah, memasarkan produk2 Indonesia (handicraft dari Kerang).
Saran : sebaiknya dikunjungi
August 12th, 2009 at 3:19 am (#)
bisnis afiliasi dalam bentuk apapun memang perlu kerja keras. thanks.
August 12th, 2009 at 2:42 pm (#)
iya, kang rahmat, indonesia negeri kita tercinta ini masih harus banyak berbenah di bidang internet marketing dan sejenisnya.
satu lagi uniknya kang rahmat
90 persen yang dijual adalah produk “bagaimana menghasilkan uang dari internet”.
mungkin faktor ekonomi negara kita yang menunjang larisnya produk-produk tersebut.
salam kenal dari saya
hafiid
November 27th, 2009 at 8:06 am (#)
kalau yang ini unik apa nggak yahhhh?:
bahwa bisnis internet itu masih mencari bentuknya di negeri kita; masih jauh perimbangan antara produsen dan pemasar dalam kasus afiliasi; semua seperti ingin menjadi affiliate marketer karena kemudahannya, sementara produk-produk dari merchant sebegitu banyak sehingga kadang kualitasnya tidak dijaga.
salam
November 27th, 2009 at 10:10 pm (#)
Tidak pak, di luar negeri juga sama untuk hal ini. Banyak SCAM dan banyak penipuan juga di dunia.
March 5th, 2010 at 5:34 pm (#)
Kalau yang ini bagaimana kang, afiliasi terbaru, dengan metode canggih dan menguntungkan.
March 8th, 2010 at 1:26 pm (#)
Ya…Mental kita memang terpengaruh oleh budaya instan, pingin cepat kaya tapi malas dlm bekerja ! Nah saya kira bisnis afiliasi yg terbaik dan bisa bertahan lama tentu yg produknya jelas, bermanfaat dan bukan sekedar kamuflase/kedok. banyak iklan yg menjual mimpi dapat jutaan bahkan miliyaran hanya sekejab saja.
March 9th, 2010 at 11:21 am (#)
terima kasih informasinya , itung – itung nambah pengetahuan tentang program affiliasi
April 19th, 2010 at 9:36 am (#)
terimakasih ilmunya kang..hatur nuhun pisan
August 7th, 2010 at 4:24 am (#)
Mau ah nyobain bisnis afiliasi, tapi mana aja yang scam dan yg nyata2 bayar… tolong diberi penjelasan contoh2 situsnya ya gan…
August 13th, 2010 at 3:09 pm (#)
iya saya setuju, kita harus lebih hati2 dalam memilih bisnis termasuk bisnis affiliasi.
August 23rd, 2010 at 3:01 pm (#)
bagus banget nih info…!
pengen jadi affiliastnya pak rahmat caranya gimana yah?