Bisnis? Saya Tidak Tegaan

December 12th, 2009  |  Published in Bisnis  |  2 Comments

448563 businessman Bisnis? Saya Tidak TegaanAda salah seorang kerabat yang mengeluh dengan penghasilannya yang menurun sementara kebutuhan hidup terus naik. Jenjang pendidikan anak yang lebih tinggi semakin menguras isi kantongnya. Saran saya mungkin sudah bisa Anda tebak, cari penghasilan tambahan, misalnya dengan bisnis. Betulkan? Satu-satunya obat tidak punya uang ialah mencari uang.

Namun apa jawabannya?

Bisnis? Ah saya tidak tegaan.”

Dari perkataan ini, saya menangkap sebuah persepsi bahwa yang namanya pebisnis adalah orang yang tegaan. Jika dikembangkan lagi, ada persepsi kalau bisnis itu adalah perbuatan mendzolimi orang lain untuk mendapatkan uang. Mungkin, ini adalah salah satu persepsi masyarakat tentang bisnis.

Saya akui, ada orang yang mengatasnamakan bisnis tetapi sebenarnya menipu. Sebenarnya mereka bukanlah pebisnis, tetapi mereka adalah penipu yang menggunakan kedok bisnis. Pebisnis dengan penipu adalah orang yang berbeda, tidak bisa disama ratakan.

Dari pengamatan saya ada juga persepsi lain tentang bisnis yang mengatakan bahwa bisnis itu adalah bagaimana cara mendapatkan uang dari orang lain. Ini adalah persepsi benar tetapi tidak lengkap. Namun pemahaman tidak lengkap ini bisa juga membuat seseorang enggan untuk berbisnis.

Persepsi ini bisa dilihat dari anggapan orang yang selalu curiga kepada para pebisnis. “Hanya mencari uang” katanya. Saat dia mendapatkan tawaran, dalam pikirannya hanya satu, “Ah dia hanya menginginkan uang dari saya.” Karena dia menganggap pebisnis “hanya mencari uang”, maka dia sendiri akan enggan untuk berbisnis. Dia takut dianggap seperti itu juga.

Marilah kita luruskan persepsi ini. Adalah benar yang namanya pebisnis adalah mencari uang. Namun pebisnis bukan penipu atau perampok yang memaksa pelanggan untuk memberikan uang. Pebisnis adalah orang yang mencari uang dengan cara menukarkannya dengan sebuah manfaat atau nilai. Jadi, apa yang salah?

Bahkan, banyak pebisnis (termasuk saya) yang memiliki prinsip memberikan nilai melebihi nilai rupiah yang terimanya. Karena nilai atau manfaat yang saya berikan lebih besar dari rupiah yang saya terima, maka sedikit pun saya tidak ragu untuk menawarkan produk dan jasa saya kepada siapa pun. Karena saya memberi lebih.

Jadi, jika Anda tidak mau disebut raja tega, berikan manfaat yang besar kepada pelanggan. Jadikan pelanggan Anda berterima kasih kepada Anda sambil memberikan uangnya kepada Anda. OK? Mari kita berbisnis.

Related posts:

  1. Tidak Punya Uang? So What Gitu Lho?
  2. Strategi Bisnis dan Pemasaran
  3. Bisnis Untuk Mengubah Dunia
  4. Fokus Bisnis Internet
  5. Saya Mau Bantu Anda, Tapi …

Responses

  1. ardhianto says:

    December 25th, 2009 at 3:40 am (#)

    makasih pak atas emailnya ,saya yakin saya akan sukses dan bangkit dari kata gagal

  2. Hangga Nuarta says:

    January 9th, 2010 at 3:51 am (#)

    Saya suka cara Anda meyakinkan diri sendiri Mr. Power… :D

Leave a Response

Spam Protection by WP-SpamFree

SEO Powered By SEOPressor