<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rahmat Mr. Power &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://rahmatst.info/category/artikel/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmatst.info</link>
	<description>Creating Powerfull Business</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jun 2010 00:24:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Revolusi Belajar Bahasa Al Quran</title>
		<link>http://rahmatst.info/artikel/islam/revolusi-belajar-bahasa-al-quran/</link>
		<comments>http://rahmatst.info/artikel/islam/revolusi-belajar-bahasa-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 03:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Mr. Power</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah]]></category>
		<category><![CDATA[tilawah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rahmatst.info/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan disebut juga bulan Al Quran. Mungkin sejak lama kita rajin tilawah terutama di bulan Ramadhan. Saya yakin, semakin lama bacaan kita akan semakin baik. Namun sudahkan kita memahami bacaan kita? Dengan hanya membacanya saja, kita dapat pahala, apalagi jika kita sambil menghayatinya karena mengerti. Wah, harus ke pesantren donk? Pesantren adalah langkah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-233" title="1071507_quran" src="http://rahmatst.info/wp-content/uploads/2009/08/1071507_quran.jpg" alt="1071507 quran Revolusi Belajar Bahasa Al Quran" width="200" height="300" />Bulan Ramadhan disebut juga bulan Al Quran. Mungkin sejak lama kita rajin tilawah terutama di bulan Ramadhan. Saya yakin, semakin lama bacaan kita akan semakin baik. Namun sudahkan kita memahami bacaan kita? Dengan hanya membacanya saja, kita dapat pahala, apalagi jika kita sambil menghayatinya karena mengerti.<span id="more-232"></span></p>
<p>Wah, harus ke pesantren donk? Pesantren adalah langkah yang tepat untuk belajar menerjemahkan Al Quran atau bahasa Arab pada umumnya. Tetapi tidak semua bisa mondok di pesantren. Kebanyakan orang tidak bisa meninggalkan aktivitas kesehariannya untuk mondok di pesantren.</p>
<p>Mengikuti kursus? Boleh juga. Tapi jika metode yang diajarkan biasa-biasa saja, maka akan memerlukan hasil lama untuk menguasai bahasa Al Quran. Saya dulu setiap hari belajar bahasa Arab, untuk menampatkan kitab Jurumiyah (Nahwu) saja lamanya minta ampun, pada masih banyak kitab lain harus dikuasai.</p>
<p>Untungnya ada seorang Ustadz yang membuat sebuah metode belajar menerjemahkan Al Quran yang menurut saya revolusioner. Metode lama mungkin memerlukan bulanan hanya untuk memahami pola kata dan pola kalimat bahasa Al Quran, namun dengan metode ini hanya diperlukan 8 jam.</p>
<p>Apakah setelah belajar metode ini langsung bisa memahami Al Quran? Tergantung, sejauh mana Anda menguasai kosa kata Al Quran. Sama dengan bahasa apa pun, misalnya bahasa Inggris. Meski Anda sudah memahami grammar, tetapi kosa kata Anda masih sedikit, tetap saja akan sulit memahami bacaan bahasa Inggris.</p>
<p>Lalu apa untungnya dengan metode ini? <strong>Menyingkat proses belajar memahami pola kata dari bulanan menjadi 8 jam</strong>. Setelah itu Anda tinggal memperkaya kosa kata dengan cara berlatih dengan dibantu kamus. Metode ini disebut dengan <a href="http://www.rahmatst.info/saran/granada/" target="_blank">Metode Granada</a>. Dikemas dengan VCD plus buku, sehingga Anda bisa menontonnya secara berulang-ulang sampai mengerti jika perlu.</p>
<p>Berikut gambaran <a href="http://www.rahmatst.info/saran/granada/" target="_blank">Metode Granada</a>, Anda bisa lihat bagaimana cara kerjanya:</p>
<ol>
<li>Komponen kalimat dalam bahasa Arab hanya ada tiga, yaitu kata benda, kata kerja dan huruf bermakna. Kesemuanya akan dengan <strong>mudah teridentifikasi melalui ciri-ciri khususnya</strong>.</li>
<li>Kami telah mengalihbahasakan istilah-istilah Arab ke dalam bahasa Indonesia, sehingga peserta yang awam<strong> tidak terbebani dengan istilah asing</strong>.</li>
<li>Konsep utama yang diusung metode ini adalah Anda mengenali awalan, sisipan, dan akhiran sehingga Anda<strong> mampu memperoleh akar kata</strong> dari tiap kalimat dalam text Arab.</li>
<li>Awalan, sisipan, dan akhiran dari tiap kalimat dalam Al-Qur’an dikemas hanya dalam <strong>satu halaman</strong> Tabel Rumus Granada.</li>
<li>Beberapa materi tata bahasa Arab yang rumit seperti pola aktif &amp; pasif (fi’il majhul, fail &amp; maf’ul) dan huruf penyakit (harf &#8216;illah), <strong>diringkas dengan mudah &amp; unik</strong>.</li>
</ol>
<p>Alhamdulillah sekarang saya mulai faham pola kata dalam Al Quran. Tentu saja, masih perlu dilanjutkan untuk menambah kosa kata yang masih sedikit. Saya sudah membeli kamus bahasa Arab dan Al Quran Syamil Terjemah Perkata. Do&#8217;akan yah supaya konsisten menambah kosa katanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatst.info/artikel/islam/revolusi-belajar-bahasa-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Kelemahan Diri</title>
		<link>http://rahmatst.info/bisnis/tanda-kelemahan-diri/</link>
		<comments>http://rahmatst.info/bisnis/tanda-kelemahan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 13:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Mr. Power</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rampai]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[lemah]]></category>
		<category><![CDATA[menyerang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rahmatst.info/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Saya suka sepak bola. Seringkali ada sebuah tim yang &#8220;underdog&#8221; melawan sebuah tim yang lumayan bagus. Ada suatu fenomena yang sering muncul, yaitu tim yang relatif lemah cendrung untuk bermain kasar. Dia menyerang secara fisik terutama kepada pemain lawan yang bagus. Ini adalah tindakan yang tidak sportif. Kadang, dalam kehidupan sehari-hari pun kita sering melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://rahmatst.info/wp-content/uploads/2009/07/64558_visions_from_im_2.jpg" alt="64558 visions from im 2 Tanda Kelemahan Diri" title="64558_visions_from_im_2" width="199" height="300" class="alignleft size-full wp-image-196" />Saya suka sepak bola. Seringkali ada sebuah tim yang &#8220;underdog&#8221; melawan sebuah tim yang lumayan bagus. Ada suatu fenomena yang sering muncul, yaitu tim yang relatif lemah cendrung untuk bermain kasar. Dia menyerang secara fisik terutama kepada pemain lawan yang bagus. Ini adalah tindakan yang tidak sportif.</p>
<p>Kadang, dalam kehidupan sehari-hari pun kita sering melihat sebuah fenomena seperti ini. Suka ada suatu organisasi yang rajin menyerang organisasi lainnya. Tidak selamanya harus serangan fisik, tetapi serangan opini dan kata-kata bahkan cendrung fitnah.</p>
<p>Mereka ingin menarik simpati masyarakat dengan serangan-serangan mereka, namun saya melihat bahwa ini menunjukan sebuah kelemahan mereka. Jika mereka memang kuat, mengapa mereka tidak fokus pada kekuatan mereka untuk menarik simpati masyarakat dengan cara yang elegan dan karya nyata. Saya tidak akan pernah suka denga organisasi semacam ini.</p>
<p>Sayangnya, justru organisasi keagamaan yang sering melakukan hal ini. Menyedihkan memang. Mungkin mereka takut kehilangan pengikut sehingga mereka dengan rajin &#8220;menyerang&#8221; organisasi lain yang dianggap saingannya. Aneh memang, koq ada saingan dalam hal ini. Saya tidak akan pernah suka denga organisasi semacam ini.</p>
<p>Mudah-mudahan ini hanya perbuatan sebagian oknum saja yang tidak mengerti dengan makna dakwah. Seharusnya para pemimpin dan ulama dalam organisasi seperti ini bisa memberikan arahan anggotanya untuk berdakwah dengan cara yang baik dan santun. Dengan karya nyata, dengan nasihat yang baik, dan sesuai dengan ajaran Rasulullah saw.</p>
<p>Selain organisasi, saya juga melihat serang-menyerang terjadi diantara pebisnis. Pebisnis A menyerang pebisnis B. Mungkin karena ingin menjatuhkan si B sehingga si A mendapatkan pelanggan lebih banyak. Mungkin, sebagian orang akan terpancing, namun saya tidak. Saya tidak akan pernah suka membeli produk dari pebisnis yang suka menyerang orang lain.</p>
<p>Jika memang mampu, jika memang hebat, maka lakukanlah cara pemasaran yang baik. Dengan cara elegan dan terhormat. Tunjukkan bukti kehebatan diri sendiri bukan menyerang orang lain. Menyerang orang lain adalah tanda bahwa dia tidak memiliki kekuatan atau keunggulan untuk ditonjolkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatst.info/bisnis/tanda-kelemahan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Penjualan yang Barokah</title>
		<link>http://rahmatst.info/bisnis/bisnis-internet/surat-penjualan-yang-barokah/</link>
		<comments>http://rahmatst.info/bisnis/bisnis-internet/surat-penjualan-yang-barokah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 07:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Mr. Power</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[barokah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[surat penjualan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rahmatst.info/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Surat penjualan adalah salah satu elemen penting dalam sebuah bisnis internet. Meski bukan satu-satunya unsur dalam bisnis internet, surat penjualan adalah ujung tombak pebisnis internet untuk mendapatkan penjualan. Surat penjualan memang bukan segala-galanya, tetapi cukup penting. Ada seorang pebisnis internet, surat penjualannya tidak bagus-bagus amat, namun dia mampu membukukan penjualan yang bagus. Artinya, surat penjualan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://rahmatst.info/wp-content/uploads/2009/07/Meraih-Berkah-dan-Pahala-Melalui-Internet.jpg" alt="Meraih Berkah dan Pahala Melalui Internet Surat Penjualan yang Barokah" title="Meraih-Berkah-dan-Pahala-Melalui-Internet" width="200" height="302" class="alignleft size-full wp-image-130" />Surat penjualan adalah salah satu elemen penting dalam sebuah bisnis internet. Meski bukan satu-satunya unsur dalam bisnis internet, surat penjualan adalah ujung tombak pebisnis internet untuk mendapatkan penjualan. Surat penjualan memang bukan segala-galanya, tetapi cukup penting.</p>
<p>Ada seorang pebisnis internet, surat penjualannya tidak bagus-bagus amat, namun dia mampu membukukan penjualan yang bagus. Artinya, surat penjualan bukan segalanya dalam bisnis internet. Namun disisi lain, saya bisa menaikan penjualan dengan memperbaiki surat penjualan. Jadi, surat penjualan itu penting meski bukan yang utama.</p>
<p>Namun disayangkan, banyak pebisnis internet yang membuat surat penjualan yang berlebihan. Dia memuji produknya habis-habisan bahkan melebihi nilai yang sebenarnya. Hal seperti ini tidak benar, sebab mengandung unsur kebohongan. Surat penjualan seperti ini dikhawatirkan tidak akan memberikan barakah.</p>
<p>Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits:</p>
<p>&#8220;Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam melarang berjualan dengan najasy (memuji barang dagangan secara berlebihan).&#8221; <strong>Muttafaq Alaihi.</strong></p>
<p>Apa batasan surat penjualan yang tergolong <em>najasy</em>? Saya belum menemukan ukuran pasti sejauh mana memuji barang secara berlebihan. Namun kita bisa menilai manfaat yang mungkin dan realistis bisa didapatkan oleh pembeli kita.</p>
<p>Sebagai contoh, menjual ebook memang bisa memberikan penghasilan puluhan juta bahkan sampai ratusan juta per bulan, bahkan tidak terbatas. Lagi pula, semua bisnis memiliki potensi penghasilan yang tidak terbatas. Hanya saja untuk mencapainya memerlukan sumber daya yang besar pula.</p>
<p>Namun, saat kita menjanjikan hasil yang fantastis dengan cara yang mudah, saya kira sudah berlebihan. Inilah yang tidak baik, tidak sesuai dengan hadist diatas. Kita bisa menjanjikan manfaat sesuai dengan produk kita. Memang, tidak ada ukuran pasti mengatakan berlebihan. Kita bisa bertanya kepada hati nurani kita. Apakah janji kita berlebihan? Jika terasa berlebihan, kita bisa merevisi surat penjualan kita.</p>
<p>Tidak perlu takut penjualan akan turun. Kalau pun benar penjualan akan turun, itu justru lebih baik. Mendingan punya hasil sedikit tapi barokah, daripada banyak tidak barokah. Tapi, seorang entrepreneur selalu ingin keduanya, barokah dan juga banyak. OK, simak terus blog saya ini. Insya Allah, semampu saya, saya akan berbagi bagaimana cara menjual lebih banyak lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatst.info/bisnis/bisnis-internet/surat-penjualan-yang-barokah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Impian Saya</title>
		<link>http://rahmatst.info/bunga-rampai/impian-saya/</link>
		<comments>http://rahmatst.info/bunga-rampai/impian-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 00:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Mr. Power</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Rampai]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rahmatst.info/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang punya impian. Ada impian untuk pribadi dan juga ada impian dalam rangka memberikan kontribusi bagi masyarakat. Orang barat bilang, give back. Saya ingin berbagi impian dengan Anda. Karena saya yakin, jika saya berbagi impian, saya akan menarik orang-orang yang memiliki impian sama. Ada dua impian kontribusi besar yang saya miliki. Pertama saya ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://rahmatst.info/wp-content/uploads/2009/06/kelas.jpg" alt="kelas Impian Saya" title="kelas" width="300" height="225" class="alignleft size-full wp-image-110" />Setiap orang punya impian. Ada impian untuk pribadi dan juga ada impian dalam rangka memberikan kontribusi bagi masyarakat. Orang barat bilang, <em>give back</em>. Saya ingin berbagi impian dengan Anda. Karena saya yakin, jika saya berbagi impian, saya akan menarik orang-orang yang memiliki impian sama.</p>
<p>Ada dua impian kontribusi besar yang saya miliki. Pertama saya ingin mencetak 1.000 pengusaha sukses. Langkah pertama, tentu saja menjadikan diri saya sendiri sukses terlebih dahulu. Namun, sambil saya berjalan meraih sukses, saya sudah mulai membantu memfasilitasi orang-orang untuk sukses dalam bisnis.</p>
<p>Alhamdulillah, saya sudah membentuk sebuah lembaga non profit bernama LPK Gumilang yang memiliki tujuan memberdayakan potensi masyarakat khususnya dalam bidang wirausaha. Lembaga ini diharapkan bisa menjadi fasilitas bagi para pengusaha pemula atau calon pengusaha belajar bersama menjadi pengusaha yang gemilang.</p>
<p>Impian kedua ialah di bidang pendidikan. Saya memiliki impian untuk membuat sebuah sekolah islami dan berkualitas. Yang akan mencetak para pemuda muslim menjadi SDM yang berkualitas dan bertaqwa. Luar biasa, Allah mempertemukan saya dengan orang-orang hebat yang memiliki impian yang sama.</p>
<p>Gambar diatas adalah 3 kelas (lokal) pertama yang sudah berhasil dibangun. Tentu saja 3 kelas masih kurang. Masih diperlukan dana yang tidak sedikit untuk membangun fasilitas yang memadai untuk sebuah sekolah. Sahabat-sahabat hebat saya tengah berusaha keras untuk mendapatkan dana dengan berbagai cara yang terhormat.</p>
<p><img src="http://rahmatst.info/wp-content/uploads/2009/06/masjid-outside-1.jpg" alt="masjid outside 1 Impian Saya" title="masjid-outside-1" width="300" height="225" class="alignright size-full wp-image-111" />Anda berminat berkontribusi? Banyak cara untuk berkontribusi. Salah satu hal yang mendesak saat ini ialah dana untuk menyelesaikan 3 kelas plus masjid yang masih dalam proses penyelesaian (<em>finishing</em>). Sekecil apa pun kontribusi Anda, dalam bentuk apa pun kontribusi Anda, akan sangat berarti bagi pembangunan masjid dan kelas ini.</p>
<p>Lokasi sekolah ini berada di Desa Jambudipa, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.</p>
<p>Silahkan <a href="http://www.rahmatst.info/kontak-saya/">hubungi saya</a> atau tinggalkan komentar untuk pertanyaan dan tindak lanjut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatst.info/bunga-rampai/impian-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Punya Uang? So What Gitu Lho?</title>
		<link>http://rahmatst.info/bisnis/tidak-punya-uang-so-what-gitu-lho/</link>
		<comments>http://rahmatst.info/bisnis/tidak-punya-uang-so-what-gitu-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 00:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Mr. Power</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[berdo'a]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rahmatst.info/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh orang yang baru mau bisnis ialah tidak memiliki modal. Tidak punya uang untuk belajar seperti beli ebook, buku, dan video. Tidak punya uang untuk membeli atau menyewa peralatan bisnis. Tidak punya uang untuk promosi, dan sebagainya. Akhirnya, bisnisnya tidak pernah mulai. Jika bisnis tidak pernah mulai maka dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh orang yang baru mau bisnis ialah tidak memiliki modal. Tidak punya uang untuk belajar seperti beli ebook, buku, dan video. Tidak punya uang untuk membeli atau menyewa peralatan bisnis. Tidak punya uang untuk promosi, dan sebagainya.</p>
<p>Akhirnya, bisnisnya tidak pernah mulai. Jika bisnis tidak pernah mulai maka dia tidak pernah mendapatkan uang. Nggak ada ujungnya dech. Seolah untuk mendapatkan uang, diperlukan uang. Sebenarnya, untuk mendapatkan uang, tidak selalu harus punya uang dulu. Kita akan mendapatkan uang jika kita memberikan nilai atau manfaat kepada orang lain.</p>
<p>Lalu, langkah apa yang harus diambil jika kita memang benar-benar tidak punya uang?</p>
<p><strong>Pertama,</strong> ambil hikmahnya. Kenapa Anda tidak punya uang? Lalu harus bagaimana? Jangan pernah diam dengan suatu kondisi. Selalu berpikir untuk mencari jalan keluar atau solusi. Tuliskan berbagai alternatif untuk keluar dari kondisi ini.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> berdo&#8217;alah. Banyak orang yang tidak punya, tetapi dia tidak pernah berdo&#8217;a. Atau jarang berdo&#8217;a. Atau berdo&#8217;a tapi asal-asalan. Mulai sekarang, mari kita berdo&#8217;a kepada Allah dengan seyakin-yakinnya. Jika kita yakin, do&#8217;a akan dikabul.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, bertindaklah mengikuti naluri Anda. Bisa jadi jawaban atas do&#8217;a kita sudah &#8220;dibisikan&#8221; oleh Allah ke dalam hati kita. Bertindaklah dengan mengikuti apa yang terbersit dalam naluri kita. Jangan takut salah. Lakukan saja. Jangan heran, setelah Anda bertindak, ide-ide penghasil uang akan bermunculan.</p>
<p><strong>Keempat,</strong> bersyukurlah atas apa pun nikmat yang telah kita dapatkan atau miliki. Sebab, jika kita bersyukur, nikmat kita akan ditambah oleh Allah. Fokuskan pikiran kita pada nikmat-nikmat tersebut. Jangan fokus pada kekurangan kita.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, memberi. Upayakan untuk tetap bisa memberi. Apa pun, tidak selalu uang. Saya menulis artikel artinya saya memberi ilmu kepada pembaca. Bisa juga dengan ebook gratis, audio gratis, dan sebagainya. Percayalah, Allah akan mengganti pemberian kita 10 kali lipat.</p>
<p><strong>Keenam</strong>, harapkan kejaiban. Orang yang bertaqwa dan bertawakal, akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Jadi sambil Anda berdo&#8217;a, berikhtiar, memberi, dan bersyukur, Anda boleh mengharapkan keajaiban. Yang penting, jangan mengandalkan keajaiban dengan cara berdiam diri. Saya sering mengalaminya, berbagai kejaiban datang saat saya tidak punya uang.</p>
<p>Kesimpulannya, jangan menyerah dengan keadaan. Saya juga pernah mengalami masa-masa sulit. Jangankan punya uang, malah punya utang. Namun, selama kita tidak menyerah, cepat atau lambat solusi akan datang. Insya Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatst.info/bisnis/tidak-punya-uang-so-what-gitu-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
