<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rahmat Mr. Power &#187; proposal bisnis</title>
	<atom:link href="http://rahmatst.info/tag/proposal-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmatst.info</link>
	<description>Creating Powerfull Business</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jun 2010 00:24:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Cara Membuat Proposal Bisnis 2</title>
		<link>http://rahmatst.info/bisnis/cara-membuat-proposal-bisnis-2/</link>
		<comments>http://rahmatst.info/bisnis/cara-membuat-proposal-bisnis-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 00:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Mr. Power</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[proposal]]></category>
		<category><![CDATA[proposal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rahmatst.info/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya (Cara Membuat Proposal Bisnis), saya sudah menjelaskan tentang dasar yang menjadi mindset saat membuat proposal bisnis. Pada posting ini kita akan memulai membuat sebuah proposal bisnis. Tentu tidak akan cukup satu artikel, artikel ini akan berseri. Bab Pendahuluan (The Business) Langkah pertama dalam membuat proposal ialah menggambarkan visi perusahaan dan peluang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://rahmatst.info/wp-content/uploads/2009/08/1198416_business.jpg" alt="1198416 business Cara Membuat Proposal Bisnis 2" title="1198416_business" width="300" height="284" class="alignleft size-full wp-image-217" />Pada artikel sebelumnya (<a href="http://www.rahmatst.info/cara-membuat-proposal-bisnis/">Cara Membuat Proposal Bisnis</a>), saya sudah menjelaskan tentang dasar yang menjadi mindset saat membuat proposal bisnis. Pada posting ini kita akan memulai membuat sebuah proposal bisnis. Tentu tidak akan cukup satu artikel, artikel ini akan berseri.<span id="more-216"></span></p>
<p><strong>Bab Pendahuluan (The Business)</strong></p>
<p>Langkah pertama dalam membuat proposal ialah menggambarkan visi perusahaan dan peluang yang ada. Jika Anda gagal dalam tahap ini, buat apa melanjutkan membuat proposal? Artinya Anda belum bisa melihat peluang dan mau menjadi apa bisnis Anda nantinya. Jika Anda saja tidak bisa, apalagi dengan orang lain.</p>
<p>Visi adalah gambaran perusahaan Anda dimasa mendatang. Masih banyak orang yang salah membedakan antara visi dan misi. Sesuai dengan asal katanya, visi itu adalah penglihatan atau gambaran. Untuk menuliskan visi, bisa dimulai dengan kata &#8220;Menjadi&#8221;. Contohnya: &#8220;Menjadi Perusahaan Penerbitan Buku Yang &#8230;..&#8221; Buatlah seideal mungkin.</p>
<p>Sementara, misi adalah tugas atau panggilan mengapa kita berbisnis. Misi yang paling terkenal yang saya tahu adalah misinya Henry Ford, yaitu menyediakan mobil murah bagi masyarakat. Misi ini begitu kuat sehingga berbagai ide revolusioner hadir dalam membuat mobil semurah mungkin.</p>
<p>Setelah visi dan misi, sekarang kita gambarkan peluang bisnis. Inilah yang menjadi latar belakang didirikannya sebuah bisnis. Inilah alasan mengapa bisnis Anda didirikan. Idealnya, sebuah bisnis didirikan karena melihat sebuah peluang. Nah, sekarang gambarkan peluang tersebut disini.</p>
<p>Saat menjelaskan peluang, jelaskan siapa target pasar Anda, bagaimana dengan kebutuhan mereka (demand) dan bagaimana dengan ketersediaan produk atau jasa dipasaran (supply). Untuk di bab pendahuluan, Anda cukup menggambarkan dengan kata-kata. Nanti, saat Anda masuk bab Aspek Pemasaran, Anda bisa menyajikan data yang menggambarkan target pasar, demand, supply, dan peluang (demand dikurangi supply).</p>
<p>Bab pendahuluan ini bisa dilengkapi dengan penjelasan kepemilikan bisnis, sejarah bisnis (jika ada), manajemen (siapa saja yang akan mengoperasikan bisnis), aspek hukum (daftarkan ijin yang sudah dimiliki jika ada), dan ditutup dengan tujuan dari proposal Anda. Tujuan proposal ini tentu untuk mendapatkan modal dan modal itu akan digunakan untuk apa serta jelaskan target pencapaiannya (market share, profit, penjualan).</p>
<p>Tugas Anda sekarang, silahkan membuat bab pertama proposal Anda. Pada artikel yang akan datang, saya akan bahas tentang aspek pemasaran.</p>
<p><strong>Artikel selanjutnya:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rahmatst.info/cara-membuat-proposal-bisnis-3/">Cara Membuat Proposal Bisnis 3</a></li>
</ul>
<p><strong>Artikel sebelumnya:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rahmatst.info/cara-membuat-proposal-bisnis/">Cara Membuat Proposal Bisnis</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatst.info/bisnis/cara-membuat-proposal-bisnis-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Proposal Bisnis</title>
		<link>http://rahmatst.info/bisnis/cara-membuat-proposal-bisnis/</link>
		<comments>http://rahmatst.info/bisnis/cara-membuat-proposal-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 00:50:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Mr. Power</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[proposal]]></category>
		<category><![CDATA[proposal bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rahmatst.info/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Jika seorang laki-laki ingin mendapatkan pasangan hidup, maka langkah pertama yang biasa dilakukan ialah dengan melamar wanita idamannya. Artinya untuk mendapatkan sesuatu kita harus membuat pengajuan atau lamaran. Juga untuk mendapatkan modal bisnis, kita perlu membuat lamaran, dalam hal ini proposal bisnis. Apa itu proposal? Proposal itu sama saja dengan sebuah penawaran atau penjualan. Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://rahmatst.info/wp-content/uploads/2009/04/001_30.jpg" alt="001 30 Cara Membuat Proposal Bisnis" title="001_30" width="239" height="172" class="alignleft size-full wp-image-24" />Jika seorang laki-laki ingin mendapatkan pasangan hidup, maka langkah pertama yang biasa dilakukan ialah dengan melamar wanita idamannya. Artinya untuk mendapatkan sesuatu kita harus membuat pengajuan atau lamaran. Juga untuk mendapatkan modal bisnis, kita perlu membuat lamaran, dalam hal ini proposal bisnis.<span id="more-22"></span></p>
<p>Apa itu proposal? Proposal itu sama saja dengan sebuah penawaran atau penjualan. Anda menjual ide, sebagian kepemilikan, atau sebagian keuntungan bisnis Anda kepada orang. Menjual itu, harus bisa meyakinkan calon pembeli (dalam hal ini investor). Jangan salahkan investor atau lembaga peminjaman jika proposal Anda tidak diterima, mungkin jualan Anda kurang menarik atau kurang meyakinkan.</p>
<p>Proposal bukanlah kumpulan data dan angka. Keberadaan data dan angka sebenarnya hanya alat untuk meyakinkan orang lain. Bahkan, kadang Anda tidak perlu data dan angka untuk bisa meyakinkan orang lain. Tentu saja, untuk lembaga resmi data, dan angka menjadi bagian penting. Namun untuk perorangan, bisa saja bukan hal yang terpenting.</p>
<p>Ada dua kata penting dalam pembuatan proposal bisnis. Yang pertama ialah menjanjikan atau prospektif dan kata kedua ialah meyakinkan. Seorang investor akan mengeluarkan uangnya jika dia melihat hasil yang akan dia dapatkan. Namun bukan itu saja, seorang investor juga tidak mau uangnya hilang begitu saja. Anda harus meyakinkan investor bahwa uang tersebut tidak akan hilang.</p>
<p>Data dan angka yang Anda masukan ke dalam proposal Anda, tiada lain memiliki tujuan untuk menjanjikan suatu keuntungan dan meyakinkan investor. Jadi, bukan sembarang angka yang hanya untuk mempertebal proposal Anda. Angka yang Anda masukan, haruslah angka yang bermakna dan meyakinkan.</p>
<p>Kadang suka ada orang meminta saya membuatkan proposalnya. Begitu saya tanya, apakah dia sudah memiliki data dan angka untuk meyakinkan investor? Banyak yang mengatakan tidak punya. Mereka hanya mengandalkan keyakinan diri sendiri. Namun bagaimana dengan orang lain? Bagaimana dengan bank? Mereka biasanya membutuhkan data agar bisa yakin.</p>
<p>Katanya bisnis itu jangan mikir-mikir dulu, langsung <em>action</em> saja. Silahkan, Anda bisa langsung <em>action</em>. Tapi Anda tidak bisa memaksa orang lain atau pihak bank langsung <em>action</em> memberikan modal kepada Anda. Kecuali Anda datang ke bank membawa pistol.</p>
<p>Untuk mendapatkan modal, buatlah sebuah proposal yang menjanjikan dan meyakinkan. Jika kedua syarat ini dipenuhi, maka orang akan berbondong-bondong untuk <em>invest</em> pada bisnis Anda. Jika tidak, maka bisnis Anda belum menjanjikan dan meyakinkan. Tapi jangan menyerah, perbaikilah.</p>
<p><a href="http://www.rahmatst.info/cara-membuat-proposal-bisnis-2/">Cara Membuat Proposal Bagian 2</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatst.info/bisnis/cara-membuat-proposal-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
